Dipresentasikan pada: World Hepatitis Summit 2026, 28 April 2026
Oleh: Dr Po-Lin Chan, Unit Head Hepatitis/HIV/STI/EMTCT/TB (HHST), WHO SEARO
Presentasi ini membahas proses pengembangan panduan operasional regional untuk manajemen kasus hepatitis C (HCV) pada kehamilan di Wilayah Asia Tenggara WHO (WHO South-East Asia Region/SEAR)). Fokusnya adalah bagaimana tenaga kesehatan dapat menangani ibu hamil dengan HCV positif dan bayi yang terpapar HCV, terutama di situasi ketika panduan masih terbatas atau belum seragam.
Mengapa panduan ini dibutuhkan
HCV pada kehamilan merupakan isu penting yang masih kurang mendapat perhatian. Banyak negara memiliki data sistematis yang terbatas, meskipun skrining sudah dilakukan di beberapa tempat. Infeksi HCV selama kehamilan dikaitkan dengan dampak buruk bagi ibu dan janin.
Penularan HCV dari ibu ke anak diperkirakan sekitar 9%, sementara sekitar 66% anak yang terinfeksi dapat membersihkan virus secara spontan pada usia 5 tahun.
Tenaga kesehatan di berbagai negara kawasan sudah menangani ibu hamil dengan HCV positif, tetapi praktiknya sangat bervariasi. Ada kebingungan karena panduan global masih terfragmentasi, dan banyak kasus positif tidak ditindaklanjuti dengan baik. Ibu hamil dan bayi mereka berisiko hilang dari pemantauan setelah hasil tes positif.
Salah satu tantangan utama adalah direct-acting antivirals (DAAs) belum memiliki izin penggunaan pada masa kehamilan atau menyusui. Beberapa literatur sudah membahas penggunaan DAA selama kehamilan, tetapi WHO dan panduan lainnya belum memberikan rekomendasi penggunaan DAA pada ibu hamil, sambil menunggu hasil uji klinis yang masih berjalan.
Cox’s Bazar sebagai pengalaman pembelajaran
Cox’s Bazar, wilayah pengungsian di Bangladesh, menjadi lokasi pembelajaran operasional yang penting. Beberapa studi kecil pada pengungsi menunjukkan angka anti-HCV dan viremia HCV yang tinggi. Studi MSF tahun 2023 menemukan 20% viremia HCV pada pengungsi dewasa.
Pada Maret 2024, Pemerintah Bangladesh, WHO, dan para mitra meluncurkan “inisiatif surveilans HCV yang terhubung dengan layanan pengobatan” di seluruh kamp. Inisiatif ini mencakup penggunaan tes cepat, penguatan infrastruktur laboratorium, penyediaan DAA, pelatihan, serta mobilisasi komunitas. Skrining universal untuk ibu hamil mulai diterapkan dan diperluas.
Pengalaman ini membangun pemahaman operasional tentang bagaimana menerapkan pendekatan kesehatan masyarakat untuk alur layanan HCV bagi ibu hamil dan bayi mereka di situasi kemanusiaan dengan sumber daya terbatas.
Ringkasan bagan proses pengembangan
Proses pengembangan dimulai dari inisiatif surveilans HCV yang terhubung dengan pengobatan di Cox’s Bazar pada tahun 2024, yang awalnya menggunakan panduan sementara.
Selanjutnya, WHO dan mitra meninjau panduan terbaru dari WHO, CDC, asosiasi profesional, serta pengalaman dari negara atau wilayah dengan beban HCV tinggi. Mereka juga meninjau bukti terkait pencegahan penularan HCV dari ibu ke anak serta pengalaman dari negara seperti Mesir.
Sebuah draf panduan operasional kemudian dikembangkan untuk surveilans hepatitis C yang terhubung dengan layanan kesehatan di kalangan pengungsi di Cox’s Bazar, dengan bagian khusus mengenai HCV pada kehamilan.
Panduan ini disusun melalui pembelajaran lapangan yang berkelanjutan, terutama terkait kelompok yang sulit dijangkau, kebutuhan pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA), penyakit hati berat, dan tantangan praktis di situasi kemanusiaan. Terdapat beberapa putaran tinjauan dan masukan dari WHO SEARO, para ahli WHO HQ/SEARO, ahli regional dan global, tim respons sektor kesehatan Rohingya, serta kelompok kerja teknis HCV di Cox’s Bazar.
Panduan Cox’s Bazar kemudian difinalisasi setelah konsultasi dan disetujui oleh Kantor Civil Surgeon Cox’s Bazar serta Office of the Refugee Relief and Repatriation Commissioner di Bangladesh pada Januari 2026.
Berdasarkan pengalaman lapangan ini, SEARO kini mengembangkan panduan operasional regional yang lebih luas untuk manajemen kasus HCV dalam konteks PPIA.
Hal-hal yang terlibat dalam pengembangan panduan regional
Pengembangan panduan ini mencakup:
- Peninjauan panduan WHO dan asosiasi profesional yang sudah ada, termasuk AASLD, EASL, US CDC-NIH, FIGO, dan asosiasi obstetri-ginekologi utama
- Peninjauan panduan Mesir tentang HCV pada ibu hamil
- Diskusi dengan klinisi di berbagai negara, terutama di Asia, mengenai bagaimana mereka menangani ibu hamil dengan HCV positif, panduan apa yang mereka gunakan, dan bagaimana hasilnya
- Peninjauan literatur terbaru dan tinjauan sistematis untuk memperoleh data terkini, diselesaikan sekitar Februari–Maret, dan diselaraskan dengan panduan WHO 2026
Apa saja yang akan dicakup dalam panduan operasional
Panduan ini dirancang agar praktis dan dapat digunakan oleh tenaga kesehatan yang merawat ibu hamil dengan HCV positif dan anak mereka. Isinya mencakup pertimbangan operasional mengenai:
- Skrining dan konfirmasi HCV pada kehamilan
- Evaluasi klinis selama kehamilan dan setelah persalinan
- Manajemen saat persalinan dan pascapersalinan
- Rujukan atau akses ke layanan HCV
- Pertimbangan penggunaan DAA selama kehamilan dan menyusui
- Menyusui dan HCV
- Diagnosis dini pada bayi yang terpapar HCV
- Perawatan lanjutan bagi anak
- Integrasi sistem kesehatan dan kesinambungan layanan
- Pendekatan multidisipliner untuk perawatan ibu dan anak
- Indikator pemantauan dan contoh formulir laporan kasus
Pesan utama
Pesan utama dari presentasi ini adalah bahwa Cox’s Bazar memberikan pembelajaran operasional nyata tentang bagaimana melakukan skrining, pemantauan, dan manajemen bagi ibu hamil dengan HCV positif dan bayi mereka dalam situasi kemanusiaan yang menantang.
Pembelajaran ini kemudian digunakan untuk menyusun panduan regional WHO SEARO agar negara-negara memiliki pendekatan yang lebih praktis, konsisten, dan multidisipliner dalam menangani HCV pada kehamilan serta bayi yang terpapar HCV.
