Kategori
All-id Hepatitis-id HepC-id

Ayo, kenali macam-macam Hepatitis

Hati dan Fungsinya.

Hati (Liver) adalah organ padat terbesar dalam tubuh manusia yang sebagian besar terletak tepat di sisi kanan atas tubuh manusia. Hati memiliki ratusan fungsi termasuk memproduksi cairan empedu dalam tubuh yang membantu penguraian lemak dan fungsi pencernaan lainnya. Dan yang tidak kalah penting adalah hati juga berperan sebagai penyaring racun dalam darah pada tubuh manusia.

Hepatitis

Hepatitis merupakan istilah umum dari peradangan hati atau liver. Peradangan pada hati ini dapat disebabkan dari berbagai hal, bisa oleh karena kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, autoimun, atau yang paling sering adalah infeksi virus.

Peradangan Hati (Hepatitis) yang disebabkan oleh infeksi virus memiliki bererapa jenis:

  • Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A ditularkan melalui makanan atau minuman yang tidak dimasak dan terkontaminasi atau tercemar dengan feses penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A. Selain itu, Hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kegiatan seks oral. Hepatitis A bersifat self-limiting atau bisa sembuh sempurna dan tidak menjadi kronis. Seseorang yang sudah terinfeksi Hepatitis A akan memiliki kekebalan seumur hidup. Hepatitis A dapat dicegah dengan menerapkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Bagi yang belum terinfeksi Hepatitis A, kekebalan dapat dibentuk melalui imunisasi Hepatitis A. Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk Hepatitis A. Pengobatan hanya mengatasi gejala dan menjaga keseimbangan nutrisi. Gejala yang memerlukan perawatan inap adalah gejala yang parah misalnya ketika seseorang tidak mau makan, mual, muntah terus sehingga mengurangi asupan nutrisi dan cairan orang tersebut.

  • Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi. Ini bisa terjadi melalui kontak seksual tanpa pengaman, berbagi jarum suntik atau alat suntik lainnya; atau dari ibu ke bayi saat lahir. Pencegahan HBV adalah menghindari kegiatan yang berisiko dengan cara menggunakan pengaman ketika melakukan kegiatan seksual, tidak berbagi jarum suntik dan peralatan suntik lainnya. Khusus untuk ibu hamil, pemutusan penularan dari ibu ke anak dapat dilakukan dengan cara mendeteksi Hepatitis B pada ibu hamil dan memberikan imunisasi HBV dan immunoglobulin Hepatitis B pada 24 jam pertama setelah bayi dilahirkan. Untuk selanjutnya, jadwal Hepatitis B mengikuti jadwal yang sudah ditentukan Pemerintah.

  • Hepatitis C


Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C adalah virus yang ditularkan melalui darah. Virus ini paling sering ditularkan melalui penggunaan kembali atau peralatan medis yang tidak steril, terutama alat suntik dan jarum suntik di fasilitas perawatan kesehatan; transfusi darah dan produk darah yang tidak disaring; dan penggunaan narkoba suntik melalui berbagi peralatan menyuntik. HCV dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke bayinya dan melalui praktik seksual yang menyebabkan pajanan darah. Hepatitis C tidak menyebar melalui ASI, makanan, air atau kontak biasa seperti berpelukan, berciuman dan berbagi makanan atau minuman dengan orang yang terinfeksi. Saat ini tidak tersedia vaksin untuk Hepatitis C sehingga pencegahan utama adalah dengan menghindari kegiatan yang berisiko menularkan Hepatitis C. Saat ini telah tersedia obat Hepatitis C yang disebut Direct Acting Antiviral (DAA) yang dikonsumsi secara oral (diminum). Kelebihan DAA dibandingkan dengan obat generasi sebelumnya (kombinasi interferon pegilasi dan ribavirin) yaitu obat DAA memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi (hampir 100%), efek samping yang lebih sedikit, dan waktu pengobatan lebih singkat.

  • Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya. Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D. Namun, pencegahan hepatitis B dengan vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D di masa yang akan datang.

  • Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah menular pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Salah satunya melalui kontaminasi pada sumber air. Penularan Hepatitis E juga dapat terjadi melalui transfusi darah, ibu hamil ke janin, serta hewan yang terinfeksi virus HEV. Saat ini belum tersedia vaksin untuk Hepatitis E. Infeksi Hepatitis E biasanya dapat sembuh sendiri dalam 2-6 minggu. Kadang-kadang penyakit serius yang dikenal sebagai hepatitis fulminan (gagal hati akut) dapat berkembang sebagai akibat dari infeksi Hepatitis E. Gagal hati akut ini bisa berakibat fatal. Dari sisi kesehatan masyarakat, pencegahan infeksi hepatitis E dapat dilakukan dengan menjaga standar kualitas untuk pasokan air publik; dan membangun sistem pembuangan yang tepat untuk kotoran manusia.

  • Hepatitis G

Hepatitis G disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis G (HBV). HGV juga dikenal sebagai GBV-C ditularkan melalui cara yang sama seperti HIV dan HCV misalnya transfusi darah dari seseorang yang terinfeksi, penggunaan jarum dan peralatan suntik yang tidak steril, kegiatan seksual tanpa pengaman, dan penularan dari ibu ke bayi. Ada sedikit bukti bahwa HGV dapat menyebabkan penyakit hati yang serius pada usia berapa pun. HGV tidak memiliki gejala spesifik seperti orang yang terinfeksi virus Hepatitis lainnya.

Gejala Hepatitis

Pada tahap awal, penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala apa pun sampai akhirnya penyakit ini menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi hati.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul pada orang dengan hepatitis:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kelelahan
  • Feses berwarna pucat
  • Urine berwarna gelap

Sumber:
dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.