Kategori
All-id HepC-id

Pola makan dan gizi pada pasien Hepatitis C

Fungsi utama dari hati atau liver adalah menyaring racun-racun yang ada pada darah. Selain itu, masih ada sekitar 500 fungsi lain dari hati.

Organ hati menyediakan nutrisi sehingga tubuh anda dapat menggunakannya untuk membangun sel, memberi anda energi, dan mempertahankan fungsi tubuh normal.

Jika seseorang menderita Hepatitis, yang merupakan peradangan pada hati atau liver ini, maka hal ini dapat menghancurkan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan karena racun tetap mengendap pada darah dan merusak atau mengganggu kerja organ lain. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

Bagaimana makanan mempengaruhi organ hati

Pola makan yang buruk terkadang dapat menyebabkan masalah hati. Jika makanan Anda terlalu banyak kalori, berat badan Anda akan bertambah. Kelebihan berat badan terkait dengan penumpukan lemak di hati, yang disebut “hati berlemak”. Bila selama bertahun tahun seseorang memiliki hati berlemak ketika sudah menderita Hepatitis C, akan membuatnya lebih mungkin untuk berkembang menjadi sirosis.

Racun, seperti alkohol, merusak organ hati seiring waktu.

Pola makan yang baik, sebaliknya, sebenarnya dapat meningkatkan kesehatan hati pada penderita hepatitis C. Pola makan yang seimbang dapat meningkatkan fungsi hati dan menurunkan risiko sirosis (jaringan parut) hati. Itu juga dapat membantu sistem kekebalan tetap kuat dan melawan penyakit.

Terakhir, orang yang terinfeksi hepatitis C memiliki tingkat diabetes yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak terinfeksi, tetapi pola makan yang baik dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan mengontrol gula darah. Hal Ini dapat menurunkan risiko diabetes.

Bagaimana Hepatitis C mempengaruhi pola makan.

Diet khusus bagi penderita hepatitis dalam jumlah yang optimal membantu penyembuhan luka pada sel-sel hati dan memulihkan kekuatan hati. Selain itu, dapat meningkatkan regenerasi sel-sel hati yang rusak, memperbaiki penurunan berat badan akibat kurang nafsu makan, mual dan muntah, mencegah katabolisme protein, mencegah atau mengurangi ascites, dan koma hepatik.

Dalam diet Hepatitis mencakup pemenuhan zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti :

  1. Kalori dalam jumlah yang tinggi untuk mencegah pemecahan protein yang diberikan bertahap sesuai kemampuan penderita hepatitis. Kalori diberikan dalam jumlah tinggi karena adanya demam dan diperlukan untuk proses regenerasi jaringan serta untuk menambah persediaan tenaga. Kebutuhan kalori bersifat individual sehingga perlu perhitungan khusus.
  2. Protein perlu diberikan dalam jumlah yang tinggi agar dapat memperbaiki jaringan hati yang rusak dan mempertahankan fungsi-fungsi utama tubuh. Selain itu, protein merupakan agen lipotropik yang merubah lemak menjadi lipoprotein  agar dapat keluar dari hati untuk mencegah perlemakan hati.

Tubuh membutuhkan protein untuk melawan infeksi . Menurut. John D. Scott, MD, asisten kepala Hepatitis and Liver Clinic di Harborview Medical Center, menyarankan kepada pasien hepatitis C kronis, yang juga mengidap sirosis, untuk mengonsumsi setidaknya 6 ons protein per hari bagi pria dan 4-5 ons per hari bagi wanita. Sumber protein yang baik untuk tubuh bisa didapat dari daging ayam, ikan, daging sapi tanpa lemak, tahu, kacang-kacangan, susu, yogurt dan telur.

  1. Pemberian lemak sesuai kondisi penderita hepatitis. Jika ada gangguan pencernaan lemak/steatorhea dan mual, gunakan lemak dengan asam lemak rantai sedang (Medium Chain Triglyserida) karena jenis lemak ini tidak membutuhkan aktivitas lipase dan asam empedu dalam proses absorpsinya. Selain itu, pemberian lemak harus dikurangi tetapi pembatasan terlalu ketat tidak dianjurkan karena akan mengurangi kelezatan makanan sehingga akan menurunkan nafsu makan. Lemak diberikan  yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi.
  2. Asupan Natrium diberikan dalam jumlah yang rendah, tergantung tingkat edema dan ascites
  3. Selain makanan, perlu suplemen B kompleks, vitamin K (untuk mencegah perdarahan), vitamin C dan Zink untuk mempercepat penyembuhan.
  4. Penambahan vitamin A dan D yang berlebihan sangat tidak dianjurkan karena akan memperberat fungsi hati yang sakit
  5. Cairan diberikan lebih dari biasa, kecuali bila ada kontraindikasi.
  6. Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah, atau makanan biasa sesuai dengan kemampuan saluran cerna.
Berhati hati dengan zat besi

Beberapa orang dengan hepatitis C memiliki kadar zat besi di atas rata-rata di dalam tubuhnya. Jika Anda memiliki terlalu banyak zat besi, dokter mungkin meminta Anda untuk makan lebih sedikit makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati, dan sereal yang diperkaya zat besi. Anda juga harus menghindari memasak dengan peralatan masak berlapis besi karena besi dari panci terserap ke dalam makanan.

Beberapa pantangan yang harus dihindari antara lain:
  • Semua makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging kambing dan babi, jerohan, otak, es krim, susu full cream, keju, mentega/ margarin, minyak serta makanan bersantan seperti gulai, kare, atau gudeg.
  • Makanan kaleng seperti sarden dan kornet.
  • Kue atau camilan berlemak, seperti kue tart, gorengan, fast food.
  • Bahan makanan yang menimbulkan gas, seperti ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, mentimun, durian, nangka.
  • Bumbu yang merangsang, seperti cabe, bawang, merica, cuka, jahe.
  • Minuman yang mengandung alkohol dan soda.
Pentingnya olah raga

Olahraga itu penting, dan bukan hanya karena membantu menurunkan berat badan. Olahraga dapat meningkatkan nafsu makan Anda, meredakan beberapa efek samping obat hepatitis C jika Anda memakainya, meningkatkan sistem kekebalan Anda, dan meningkatkan kesejahteraan Anda.

Cobalah untuk melakukan 10 menit latihan sepanjang hari. Latihan berdampak rendah seperti berjalan atau berenang adalah yang terbaik. Misalnya, mulailah dengan berjalan kaki 10 menit. Lakukanlah pada tingkat yang nyaman, istirahatlah, dan tingkatkan tingkat aktivitas Anda secara perlahan (15 hingga 30 menit, 3 hingga 5 hari seminggu).

Ingatlah bahwa pasien dengan sirosis dapat menambah “berat cairan”. Ini berbeda dengan “berat gemuk”, yang kebanyakan kita kenakan. Bobot cairan dikelola dengan cara yang berbeda. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda menderita sirosis atau ada cairan di kaki atau perut Anda.

Ingat, jika Anda kelebihan berat badan, penting bagi Anda untuk memulai rutinitas olahraga dan mulai makan makanan yang sehat dan seimbang. Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum memulai program diet dan olahraga.

Sumber:

https://www.hepatitis.va.gov/hcv/patient/diet/single-page.asp#:~:text=General%20dietary%20advice%3A&text=Maintain%20healthy%20calorie%20intake,Get%20adequate%20protein

http://rsd.sidoarjokab.go.id/pages/artikel/terapi-gizi-pada-penderita-hepatitis#:~:text=Jenis%20Makanan%20yang%20Dianjurkan%20untuk%20Penderita%20Hepatitis&text=b%20Sumber%20protein%20antara%20lain,sirup%2C%20manisan%2C%20dan%20madu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *