Kategori
All-id HepC-id News-id

Pertemuan Membahas Stock-out Daclatasvir

Kita peduli, kita berjuang dan akhirnya kita didengar.

Pada tanggal 15 Mei 2020, Yayasan Peduli Hati Bangsa melakukan pertemuan dengan Kemenkes Subdit Hepatitis dan Infeksi Saluran Pencernaan serta Subdit HIV dan PIMS untuk membahas koordinasi antar Subdit dan Organisasi Masyarakat Sipil dan ketersediaan obat Direct Acting Antiviral (DAA) (khususnya Daclatasvir).

Saat ini penyampaian usulan kebutuhan obat DAA oleh Kementerian Kesehatan telah diajukan beberapa waktu ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia jauh sebelum obat mengalami stock out. Namun, pengadaan terhambat dengan alasan pandemi Covid-19.

Dalam catatan kami, baik obat maupun alat tes sering kali terhambat jauh sebelum pandemi Covid-19 ada. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Januari 2018: cartridge untuk tes PCR habis (tersedia 2-3 bulan sesudahnya)
  2. Desember 2018: cartridge untuk tes PCR habis (tersedia 2-3 bulan sesudahnya)
  3. April2019: Sofosbuvir habis (baru tersedia November 2019)
  4. Februari 2020: Stock out Daclatasvir (sampai sekarang belum tersedia)

Pada bulan Juni 2020, Yayasan Peduli Hati Bangsa membuat petisi untuk ketersediaan obat DAA di Indonesia melalui change.org. Petisi kami mendapatkan support yang luar biasa dari masyarakat yang akhirnya membuahkan hasil.

Pada tanggal 2 Juli 2020, Tenaga ahli Kantor Staf Presiden, Aditya Syarief, memberikan informasi agar Yayasan Peduli Hati Bangsa meluangkan waktu untuk meeting online bersama pada tanggal 09 Juli 2020.

Dalam Zoom meeting bersama Kantor Staf Presiden yang dihadiri oleh Tenaga Ahli Utama dan Tenaga Ahli di Bidang Pembangunan Manusia, Yayasan Peduli Hati Bangsa, menjelaskan adanya kebutuhan akan obat DAA (Direct Acting Antiviral untuk Hepatitis C) di Indonesia serta dampaknya terhadap sosial-ekonomi bangsa, perencanaan jangka panjang penyelenggaraan obat DAA, serta hambatan hambatan yang dialami selama ini.

Pertemuan pertama dengan Kantor Staf Presiden berjalan dengan baik dan akan terus berkesinambungan dengan langkah langkah jangka pendek dan jangka panjang yang meliputi:

  1. Mendorong bersama percepatan ketersediaan Daclatasvir
  2. Memprioritaskan isu Hepatitis dalam rencana jangka panjang Pemerintah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *