Kategori
All-id Covid-19-id HepC-id

Informasi tentang coronavirus dan COVID-19 untuk orang dengan Hepatitis B atau Hepatitis C

Diterjemahkan oleh: Caroline Thomas, 15 Juni 2020 

1. Apa itu COVID-19?
COVID-19 disebabkan oleh jenis baru coronavirus yang pertama kali dilaporkan pada Desember 2019. Coronavirus adalah keluarga virus yang dapat membuat manusia dan hewan sakit.

2. Bagaimana seseorang terinfeksi COVID-19?
Virus yang menyebabkan COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui:

  • Kontak erat dengan seseorang yang memiliki virus, yang meliputi:
  • Kontak dengan droplet (tetesan) dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi
  • Menyentuh benda atau permukaan yang memiliki tetesan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi, kemudian menyentuh wajah Anda.

3. Bagaimana cara melindungi diri terhadap COVID-19?
Informasi terbaru menyarankan bahwa kebersihan yang baik dan jarak sosial adalah cara terbaik untuk melindungi terhadap COVID-19, termasuk:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air
  • Menutup mulut Anda dengan siku atau tisu jika Anda batuk atau bersin – buang tisu dan segera cuci tangan
  • Menghindari menyentuh wajah Anda
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami demam atau batuk
  • Tinggal di rumah jika Anda merasa kurang sehat
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan benda
  • Meminimalkan kontak fisik dengan orang lain, termasuk kontak seksual dengan pasangan kasual
  • Menjaga jarak 1,5 meter antara Anda dan orang lain bila memungkinkan
  • Menghindari kerumunan orang.2 
  • Penggunaan masker bedah hanya disarankan jika Anda sudah memiliki virus untuk mengurangi penyebarannya ke orang lain, atau jika Anda merawat seseorang yang menderita COVID-19.
  • Jika Anda sehat, Anda tidak perlu memakai masker bedah. Mengurangi kontak fisik lebih penting.

4. Apa gejala-gejala COVID-19?
Virus akan mempengaruhi individu secara berbeda. Kebanyakan orang yang terinfeksi akan mengalami penyakit ringan tetapi masih dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Beberapa orang dapat terus mengembangkan efek serius seperti pneumonia. Orang dengan COVID-19 paling sering mengalami:

  • Demam
  • Gejala mirip flu, termasuk batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan
  • Sesak napas. 2

Jika Anda mengalami demam, batuk, atau gejala lainnya, dapatkan bantuan medis secara dini. Jika Anda merasa terinfeksi COVID-19, Anda harus menelepon terlebih dahulu sebelum mengunjungi dokter atau layanan kesehatan.

5. Apa risiko COVID-19 untuk orang yang hidup dengan hepatitis B atau hepatitis C?

Kelompok-kelompok berikut ini dapat berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius dari COVID-19: 2

  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah (mis. orang yang menggunakan obat penekan kekebalan tubuh, orang yang menerima perawatan kanker)
  • Orang berusia lanjut – risikonya jauh lebih besar untuk orang berusia di atas 70 tahun
  • Orang dengan penyakit kronis

Pada tahap ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan hepatitis B atau hepatitis C yang sehat memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi COVID-19.

Namun, informasi saat ini menunjukkan beberapa orang yang hidup dengan hepatitis B dan hepatitis C yang juga memiliki kondisi lain seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular dan diabetes kemungkinan akan memiliki peningkatan risiko penyakit yang lebih serius jika mereka terinfeksi COVID-19.3

Orang yang menderita penyakit hati lanjut (termasuk sirosis) dan kondisi kesehatan yang memburuk akibat hepatitis B atau C harus waspada dalam melindungi diri mereka dari tertular COVID-19 karena mereka berisiko mengalami penyakit yang lebih serius. Ini termasuk orang yang memiliki kondisi kesehatan berkelanjutan sebagai akibat dari infeksi hepatitis C sebelumnya yang telah disembuhkan.

6. Apakah akan ada perubahan pada pengobatan dan perawatan untuk hepatitis B atau hepatitis C?

Orang yang hidup dengan hepatitis B atau C yang sedang menjalani pengobatan tidak boleh mengubah atau menghentikan pengobatan mereka kecuali disarankan oleh dokter yang merawat mereka. 

Pemantauan kesehatan Anda akan terus menjadi penting dan akses ke dokter dapat bervariasi. Beberapa klinik mengadakan konsultasi telepon tetapi membuat janji terlebih dahulu akan menjadi penting. Anda harus memeriksa dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk mengecek pengaturan apa yang tersedia. Jika Anda memiliki janji temu dengan dokter Anda, ada baiknya mempertimbangkan untuk memeriksa kesehatan hati jika Anda belum melakukannya dalam enam bulan terakhir.

7. Apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri jika Anda menderita hepatitis B atau hepatitis C?

Orang yang hidup dengan hepatitis B atau C harus menggunakan tindakan perlindungan yang sama yang direkomendasikan untuk populasi umum. Waspada dan ikuti langkah-langkah yang disarankan untuk melindungi diri Anda dari COVID-19.

Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan jika ragu tentang risiko Anda, terutama jika Anda telah berada di dekat seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri.

Orang dengan penyakit hati yang signifikan dianjurkan untuk menerima vaksinasi terhadap influenza dan penyakit pneumokokus. Merokok juga meningkatkan risiko penyakit pernapasan parah, dan berhenti merokok dapat mengurangi kemungkinan komplikasi akibat COVID-19.

8. Apa yang harus Anda lakukan jika Anda merawat seseorang yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah?

Jika Anda merawat seseorang yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, penting untuk selalu mencuci tangan dan pencegahan infeksi. Jika Anda merasa kurang, cara yang terbaik adalah menghindari kontak dengan orang tersebut saat Anda tidak sehat.

Memberikan dukungan praktis kepada orang-orang yang berisiko lebih tinggi terhadap COVID-19, seperti membantu berbelanja, mengambil obat, atau tugas lain juga dapat membantu.

Pastikan Anda memiliki rencana untuk mencari bantuan jika Anda atau orang yang Anda rawat menjadi tidak sehat.

Ini mungkin termasuk memeriksa dengan mereka secara lebih teratur, memiliki akses ke telepon dan nomor telepon penting yang berguna dan memastikan obat-obatan dapat diakses.

1. Department of Health. (2020, March 17). Coronavirus (COVID-19). Retrieved from Australian Government Department of Health: www.health.gov.au/health-topics/novel-coronavirus-2019-ncov

2. Department of Health. (2020, March 17). What you need to know about coronavirus (COVID-19). Retrieved from Australian Government Department of Health: www.health.gov.au/news/health-alerts/novel-coronavirus-2019-ncov-health-alert/whatyou-need-to-know-about-coronavirus-covid-19#protect-yourself-and-others

3. ASHM. (2020, March 19). COVID-19 BBV and STI Sector Briefing Webinar. Retrieved from ASHM:
https://www.ashm.org.au/covid-19/

Artikel asli: Information on coronavirus and COVID-19 for people affected by hepatitis B or hepatitis C

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *